
Apakah pernah dengar tentang drakor rom-com A Good Day to be A Dog? Drama Korea Viu Original yang satu ini wajib Anda tonton karena mengangkat konsep unik di dunia rom-com. Ingin tahu lebih dekat? Mari bahas bersama mengapa para fans rom-com wajib coba seri yang satu ini!
Outline Cerita Secara Umum
Cerita A Good Day to be A Dog menggunakan konsep unik. Karakter utama yaitu Han Hae Na (Park Gyu-young) adalah guru yang memiliki kutukan aneh, yaitu jika mencium lawan jenis Hae Na akan berubah jadi anjing. Kutukan ini secara turun temurun diderita keluarga Hae Na.
Untuk memutuskan kutukan, Hae Na harus mendapatkan ciuman lagi dari lawan jenis yang mengaktifkan kutukan ini. Masalahnya, ciuman kedua ini harus dilakukan saat wujud si Hae Na berupa anjing.
Nah, dalam cerita Hae Na tidak sengaja mencium Jin Seo Won (Cha Eun-woo) yang sesama guru. Lucunya, Seo Won takut anjing. Jadi, muncullah cerita dimana Hae Na dan Seo Won harus berinteraksi dan memecahkan masalah ini. Hubungan yang tadinya aneh ini berkembang jadi persahabatan erat dan akhirnya cerita cinta yang kocak.
Aspek Positif Drakor A Good Day to be A Dog yang Berpotensi Tinggi
Drama Korea yang satu ini menawarkan banyak aspek unik yang membuat penonton ketagihan ikuti ceritanya dari episode ke episode. Ingin tahu aspek yang membuat orang ketagihan ini? Berikut adalah beberapa penjelasannya!
Cerita Berasal Dari Komik
Drakor ini memiliki potensi kualitas cerita yang tinggi karena berasal dari komik. Dibandingkan drakor original, cerita yang berasal dari komik memiliki waktu untuk dikelola lebih mendalam. Cerita komik yang sudah terasah dengan audience dapat dimodifikasi tajam saat menjadi script drama. Hal ini sudah terbukti pada A Good Day to be A Dog!
Contoh saja pada scene ciuman pertama Hae Na dengan Seo Won. Permainan kamera, efek bayangan dan juga tambahan musik pada scene tersebut membuat impact rasa panik lebih terasa pada karakter Hae Na, tapi tetap ada sensasi kocak bagi para audience. Dari segi ini, kinerja sutradara Kim Dae-Woong perlu diacungi jempol.
Secara Natural Mengintegrasi Cerita Fantasi yang Terasa Bisa Dipercaya
Tema cerita manusia berubah jadi binatang pasti terasa seperti fantasi. Namun, saat menonton rom-com yang satu ini, Anda akan merasa cerita ini tidak terlalu aneh. Hal ini karena interaksi cerita yang disusun bagus dari segi story boarding.
Logika cerita yang dibuat tetap konsisten dengan aturan yang jelas. Jadi walaupun Hae Na menjadi anjing terasa aneh, aturan tentang ciuman, kutukan dan cara lepas dari kutukan dijelaskan dengan baik. Hasilnya, audience merasa cerita tersebut sejalan dengan alur drama dan komedi tayangan ini.
Fokus Lebih Pada Komedi Dibandingkan Drama Romance Berat
Hal lain yang membuat rom-com ini mendapatkan rating 8.7/10 dari IMDB adalah fokus cerita ke arah komedi. Komedi di sini bukan sekedar komedi receh yang banyak meluncurkan lelucon setiap menitnya. Komedi ini berasal dari setting yang aneh, tetapi dihadapi secara serius oleh karakter di cerita.
Bagi karakter Hae Na, masalah menjadi anjing permanen tentu serius. Namun, para penonton yang melihat bagaimana Hae Na hadapi masalah ini, scenario tersebut terasa lucu.
Teknik cerita rom-com yang satu ini membuatnya lebih mudah dicerna oleh siapa saja. Jadi, Anda tidak perlu takut merasa canggung melihat manusia tiba – tiba jadi anjing karena dikemas secara lucu dan bukan dari aspek tragedi.
Wajib Nonton!
Rom-com A Good Day to be A Dog memberikan cerita dengan bumbu unik dan scenario yang menggelitik. Diantara drama lain yang masih berlanjut di November ini, drakor ini tergolong menonjol dan wajib ditonton. Jika tertarik mengikuti ceritanya, drakor A Good Day to be A Dog sudah bisa diakses dari aplikasi VIU. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!
